Tampilkan postingan dengan label Tausiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tausiyah. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 April 2009

Pentingnya Bahasa Asing dalam Kehidupan
Oleh: Sumiasih, S. Pd

Language is mirror of the society
And the mean of which the knowledge spread out through it

Bahasa merupakan media untuk menyampaikan ide atau gagasan dan suatu maksud yang digunakan dalam bentuk tulisan dan lisan. Hal tersebut menunjukkan bahwa bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat vital, terlebih dalam kehidupan dunia abad global ini.
Kemajuan dan perkembangan dunia ilmu pengetahuan setidaknya di dukung oleh dua unsur penting: pertama, yang terkait dengan bangunan pengetahuan itu sendiri, yaitu, research atau kegiatan penelitian. Kedua, yang terkait dengan penyebaran hasil-hasil temuan peneliatian itu. Dalam hal ini adalah sistem informasi yang di dalamnya bahasa mempunyai peran yang sangat penting. Oleh karena itulah kemajuan suatu bangsa dan kiprahnya dalam interaksi bersama-sama masyarakat dunia yang lain ditentukan oleh sampai sejauh mana bangsa tersebut menghargai dan menguasai informasi.
Ungkapan diatas bukan lagi sebuah ramalan tetapi adalah fakta yang harus segera ditindak lanjuti. Penguasaan bahasa asing – Inggris dan Arab – bagi pelajar muslim oleh karenanya adalah satu keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.
Penguasaan terhadap bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di banyak lapangan kehidupan saat ini bagi para pelajar sedikitnya akan memberikan tiga manfaat yang akan mendukung masa depan mereka: pertama, dengan kecakapan berbahasa Inggris yang baik para pelajar akan mampu mengakses beragam informasi di banyak media massa baik lokal maupun internasional. Kedua, memperkaya cara pandang dan wawasan (horison) para pelajar. Dengan menguasai bahasa Inggris, mereka akan lebih banyak memilki kesempatan untuk berinteraksi secara budaya, ekonomi dan sosial dengan bangsa-bangsa lain. Ketiga, terbukanya kesempatan kerja yang lebih luas bagi mereka (pelajar) yang menguasai bahasa Inggris kelak bila mereka telah menyelesaikan studi mereka.
Penguasaan terhadap bahasa Arab juga tidak kalah pentingnya, bukan saja bagi kaum muslim dimana peran dan fungsi bahasa adalah sebagai bahasa ritual agama tetapi lebih dari itu bahasa Arab adalah bahasa Internasional dan termasuk dalam lima bahasa resmi dalam forum PBB. Dengan demikian, bahasa Arab tidak dapat semata-mata dianggap sebagai bahasa agama tetapi dalam lapangan yang luas ia adalah bahasa ekonomi, politik, sosial dan budaya. Bangsa Arab dan budayannya adalah eksistensi yang mendiami seperempat lebih dari eksistensi bangsa dan budaya lain di dunia.
Oleh karena itu, sekali lagi penguasaan terhadap dua bahasa ini adalah satu keniscyaan. Penguasaan dua bahasa ini adalah kunci menjadi generasi yang melek informasi, cerdas, dan berwawasan. Itu pasti !

MENUNTUT ILMU
Pemateri: Muhaimin, S.Ag
Senin, 24 Juli 2006 (10.30-11.30 WIB)

Ilmu adalah cahaya, yang menerangi kegelapan malam dan menunjukkan arah perjalanan. Dengan ilmu manusia dapat membedakan antara yang hitam dan putih, yang benar dan salah, yang baik dan buruk. Dengan ilmu pula manusia dapat berkarya; menciptakan pesawat, membangun gedung, menciptakan aneka karya seni dan lain-lain. Semuanya itu tidak semata-mata timbul tanpa adanya ilmu.
Al-Qur’an yang pertama kali turun pun amat menekankan pentingnya ilmu. “Iqra! Bacalah!” (surat al-‘Alaq) menunjukkan bahwa hal pertama yang diperintahkan oleh Allah kepada Muhammad adalah menuntut ilmu. Bahkan menuntut ilmu/Thalabul ‘Ilmi merupakan kewajiban yang harus ditunaikan sepanjang hayat. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:

“Mencari ilmu adalah wajib bagi setiap muslim dan muslimat, mulai dari ayunan (sejak lahir) hingga masuk liang lahat (sampai menninggal dunia).”
Dalam hal ini, Islam tidak hanya mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu agama saja, akan tetapi semua ilmu sebagaimana sabda Nabi yang artinya: “Carilah ilmu walau ke negeri Cina”. Mengapa Nabi menggunakan kata Cina dalam sabdanya? Padahal Cina bukanlah negara Islam, juga bukan gudang pengetahuan Islam. Cina saat itu adalah negara yang tersohor dengan ketabibannya/dunia medis dan perdagangannya. Itu menunjukkan bahwa umat Islam pun tak boleh mengesampingkan ilmu-ilmu tersebut. Sehingga Islam tidak membedakan secara diametral antara ilmu agama dan ilmu umum/dikotomi ilmu. Yang ada hanyalah ilmu Allah!

MANAGEMEN QOLBU (MQ)
Pemateri: Nuryadin, S.Pd.I
Selasa, 25 Juli 2006 (20.00-21.00 WIB)

“Sesungguhnya dalam jasad seseorang terdapat segumpal daging. Jika segumpal daging tersebut baik, maka baik pula seluruh jasadnya (perilaku dirinya). Namun jika buruk, maka buruk pula seluruh jasadnya (seluruh perilaku dirinya).
Sabda Rasulullah tersebut mengisyaratkan bahwa hati adalah pusat dari baik-buruknya segala aktivitas manusia. Hati ibarat remote control yang dapat membawa manusia ke arah mana pun. Apakah akan dibawa ke jalan Allah atau ke jalan setan? Ke jalan keadilan atau kezaliman? Ke jalan kebenaran atau kesesatan? Remote control itulah yang menentukan ke arah jalan manakah diri ini akan dibawa.
Oleh karenanya, hati harus dikelola, dibina, diatur, dan diarahkan ke arah kebaikan. Ternyata bukan hanya perusahaan atau perkantoran yang membutuhkan managemen, hati pun tidak dapat dilepaskan dari pengelolaan/managemen. Bahkan hati malah lebih sangat membutuhkan managemen daripada yang lain.
Banyak sekali para jutawan atau milyarder yang berlimpahkan harta dan benda. Mererka adalah orang-orang kaya, namun seringkali kekayaan materi yang mereka miliki tidak diimbangi dengan “kekayaan hati”. Hidup mereka tidak tenang, penuh kecemasan, dan kegelisahan. Hal ini karena mereka tidak dapat menata hati, tunduk dan taat pada Ilahi.
__ ** __

BUDAYA HIDUP SEHAT SECARA ISLAMI
Pemateri: Sumadi, S.Si dan Dra. Irawati Diah
Selasa, 26 Juli 2005 (08.00-09.00 WIB)

Kesehatan merupakan nikmat Allah yang paling berharga setelah iman dan Islam. Meskipun kesehatan bukan segala-galanya, namun segala yang kita punya dapat manjadi kurang bermakna tanpa kesehatan. Makanan lezat akan terasa pahit kala kita sakit, begitu juga limpahan harta benda yang kita miliki tidak dapat dinikmati jika kesehatan kita terganggu. Bahkan tujuan dan cita-cita kita pun akan dapat terganggu kesuksesnya jika kondisi kita kurang sehat. Dapatkah kita belajar dan beraktivitas dengan optimal dalam kondisi sakit ?, tentu tidak bisa kan ?. Mengingat demikian penting makna kesehatan dalam kehidupan kita, maka selalu menjaga kesehatan adalah hal yang harus kita lakukan. Karena menjaga kesehatan lebih baik daripada mengobati penyakit.
Untuk menjaga kesehatan, salah satu langkah yang dapat kita tempuh adalah dengan membudayakan hidup sehat kapan pun dan dimanapun.
Ajaran Islam –agama yang kita anut—sudah memaparkan dengan gamblang mengenai bagaimana membudayakan hidup sehat, antara lain dengan ajaran mengenai bersuci (thoharoh) mulai dari wudhu, mandi, membersihkan badan dan pakaian dari berbagai jenis najis, hingga makanan dan minuman yang halal untuk dikonsumsi oleh umat Islam. Disamping ajaran untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kesucian, baik badan maupun lingkungan.

TIPS HIDUP SEHAT
A. Menjaga Kesehatan Pribadi
1. Bangun tidur tepat waktu, merapikan tempat tidur, Gosok gigi, mandi, wudhu kemudian sholat subuh.
2. Olahraga rutin.
3. Makan-minum dengan teratur
4. Mencuci tangan dan berdoa setiap akan dan sesudah makan
5. Mandi sore sesuai waktu yang telah ditentukan
6. Menggosok gigi sebelum tidur malam
7. Tubuh perlu istirahat, oleh karenanya jaga kesehatan; jangan begadang
8. Berdoa sebelum tidur dan ketika bangun dari tidur
9. Mencuci pakaian dengan bersih, maksimal dipakai dalam 2 hari
10. Gunakan peralatan mandi milik sendiri
B. Kesehatan Bersama (Lingkungan)
1. Membersihkan kamar setiap hari
2. Membuang sampah pada tempatnya
3. Membersihkan ruang kelas setiap hari sesuai jadwal
4. Membersihkan kamar mandi minimal seminggu sekali
5. Menjaga kebersihan tempat shalat (masjid)
6. Kerja bakti membersihkan lingkungan setiap hari Ahad
Begitu pentingnya menjaga kesehatan dalam kehidupan ini. Tidak saja kesehatan jasmani namun juga rohani. Dalam pepatah disebutkan “lebih baik mencegah daripada mengobati”.